Sekelumit Tentang Muhammab bin Abdul Wahab [Wahabi]
☑ Ada Abdul Wahab (AW) bin Abdurrahman bin Rustum wafat 211 H. Ada Muhammad (MD) bin Abdul Wahab wafat 1206 H.
☑ AW berpemahaman Khawarij Ibadhiyah (kelompok sesat lagi menyimpang). Diantara pokok penting pemahaman Ibadhiyah adalah meniadakan sifat bagi Allah, mengatakan Al-Qur’an adalah Makhluk, dan bolehnya khuruj (memberontak) terhadap kepemimpinan yang zhalim. Sedang (MD) berpemahaman Ahlus Sunnah Wal Jamaah.
☑ Dari berbagai referensi yang ada bahwa istilah Wahabi adalah istilah yang disematkan kepada pengikut (WA) jauh sebelum (MD) lahir. Maka menisbatkan Wahabi kepada (MD) adalah penisbatan yang salah dan efek dari penisbatan yang salah ini menimbulkan kegaduhan yang luar biasa.
☑ Namun istilah Wahabi untuk masa kini yang biasa diobrolkan di mimbar mimbar dan teras teras masjid, di berbagai majlis ilmu, pasar pasar, warung warung adalah Wahabi yang MD bukan Wahabi AW. Sekeras dan seilmiyah apapun pengingkaran atas penisbatan Wahabi kepada MD tampaknya tdk begitu digubris lantaran istilah Wahabi sdh "lebih nyaman" dinisbatkan kepada (MD)
☑Orang bijak tentu tidak akan terjebak dng istilah dan tidak akan berlama2 berpolemik dalam istilah. Dia akan mencari hakikat yang ada dibalik istilah tersebut.
☑ Lalu bagaimana hakikat Wahabi yang sebenarnya? Untuk mengetahuinya maka segeralah merujuk kepada sosok yang menjadi sandaran penisbatan tersebut. Yaitu sosok MD dan jangan sekali kali kembali kesosok AW. Ingat! MD bukan AW. Jika anda ke sosok AW maka telah berlaku dhalim kepada Wahabi.
☑ Untuk mengetahui sosok (MD) tidaklah sulit mengingat beliau lahir seribu dua ratusan hijriah beda halnya dengan (AW) yang lahir dua ratusan hijriah. Namun yang menjadi persoalan, saat mencari biografi (MD) didunia maya terjadi kesimpangsiuran dlm memuat biografi beliau; ada yang memunculkan sisi negatifnya dan ada yang memunculkan sisi positifnya, laksana pembuat bata dan petani padi yang mendefinisikan tentang air hujan.
☑Jika anda bingung ttg biografi (MD) yang sebenarnya maka carilah ungkapan2 atau buah pikiran (MD) yang ia tuangkan dalam berbagai tulisan yang ia miliki. Jika tulisannya atau ungkapannya berbeda dengan biografi yang selama ini anda dapatkan maka peganglah ucapan dan tulisannya jangan pada perbuatannya. Semisal jika dokter mengatakan rokok itu amat membahayakan namun sang dokter tetap merokok maka yang teranggap adalah ucapannya dan jangan jadikan perbuatannya sebagai hujjah.
☑ Manhaj (atau metode) dalam beragama dapat menjadi tolak ukur dalam kebenaran dan kesesatan seseorang atau kelompok. Manhaj itu meliputi seluruh sisi agama; akidah, ibadah, dan akhlak. Dan yang menjadi referensi atau sumber manhaj kita adalah Nabi dan para shahabatnya. Jika manhaj seseorang berkesesuaian dng apa yang ditempuh oleh Nabi dan shahabatnya maka itulah manhaj yang selamat dan jika bersebelahan maka itu adalah manhaj yang rusak.
☑ Bagaimana dengan manhaj (MD)? Ini kata beliau: “Aku katakan –hanya bagi Allah segala puji dan karunia dan dengan Allah segala kekuatan- : sesungguhnya Tuhanku telah menunjukkanku ke jalan yang lurus, agama lurus agama Ibrahim yang hanif dan dia tidak termasuk orang-orang musyrik. Dan aku –Alhamdulillah-, tidak mengajak kepada madzhab salah seorang sufi, ahli fikih, filosof, atau salah satu imam-imam yang aku muliakan…..
Aku hanya mengajak kepada Allah Yang tiada sekutu bagi-Nya, aku mengajak kepada sunnah Rasulullah yang beliau menasehatkan ummatnya dari yang awal sampai yang akhir untuk selalu mengikutinya. Aku berharap semoga aku tidak menolak segala kebenaran bila telah sampai kepadaku, bahkan aku persaksikan kepada Allah, para malaikat dan semua makhluk-Nya, siapapun diantara kalian yang menyampaikan kebenaran kepadaku, pasti akan aku terima dengan sepenuh hati, dan aku akan memukulkan ke tembok setiap perkataan para imamku yang bertentangan dengan kebenaran, kecuali Rasulullah . karena beliau tidak mengatakan kecuali kebenaran”. (Ad Durarus Saniyyah: jilid 1, hal: 37,38).
(MD) telah menggariskan manhajnya dgn jelas pada ungkapannya diatas. Dan untuk mengetahui kupasannya secara detail tinggal anda membuka kitab kitab yang ia tulis semisal: Tsalatsatul Ushul, Qowa’id Arba’, Ushul Sittah, Kitabut Tauhid, dan Kasyfu Syubuhat dan lainnya.
☑Adakah pemahaman beliau yang tdk sesuai dng shalafus shalih? Semua pemahaman beliau sesuai dng pemahaman shalafus shalih lantaran beliau telah berucap; siapapun diantara kalian yang menyampaikan kebenaran kepadaku, pasti akan aku terima dengan sepenuh hati, dan aku akan memukulkan ke tembok setiap perkataan para imamku yang bertentangan dengan kebenaran, kecuali Rasulullah, karena beliau tidak mengatakan kecuali kebenaran.
✏ Kesimpulannya bahwa Wahabi adalah Ahlus Sunnah wal Jamaah tanpa ada keraguan padanya. Wahabi mengambil semua pendapat para imam yang berkesesuaian dengan Al Qur'an dan As Sunnah tanpa harus mengikatkan diri pada madzhab tertentu. Sedang ciri mereka sebagian besarnya dapat anda kenali melalui ciri yang dimiliki oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam dan para shahabatnya, semisal: banyak diantara mereka berpendapat bahwa berjamaah di masjid untuk shalat fardhu adalah wajib, saat memulai shalat mereka merapatkan barisan dan tidak menyisakan celah yang kosong, mengulurkan tangan untuk berjabat tangan saat bertemu namun tidak mengulurkannya selepas shalat jamaah, memelihara fitrohnya dengan memotong kuku, kumis, dan membiarkan jenggot tumbuh, tidak bermaulid namun amat gemar membaca sejarah kehidupan Nabi dan para shahabat, tidak ikut tahlilan pada kematian namun terlihat hadir bahkan terlibat aktif dalam mengurus jenazah hingga dikuburkan, tidak suka kumpul pada acara dangdutan namun suka kumpul dimajlis ilmu, dan lain sebagainya.
Intinya : Mereka bukanlah kelompok sesat sebagaimana yang dilabeli orang-orang.
Demikian kajian ringkas kita tentang WAHABI semoga bermanfaat.
Ustadz Muhammad Ayyub
═ ❁✿❁ ═
Tidak ada komentar:
Posting Komentar