Mendengar kata Surga tentu sangat menyenangkan bukan? Tempat ini menjadi yang paling banyak diharapkan dan ditunggu semua orang, kalangan penjahat kelas kakap seperti koruptor sekalipun bahkan juga menginginkan bisa dapat tiket menuju destinasi ini. Jadi, Surga begitu banyak peminatnya bahkan harus antre untuk bisa masuk ke lokasi ini.
Bagi para pemeluk agama samawi, Surga adalah puncak keadilan sejati dan terakhir, Surga adalah tempat abadi terakhir manusia yang ditentukan oleh pengadilan tertinggi dan terakhir. Pengadilan tertinggi yang dipimpin langsung oleh Tuhan yang Maha Adil ini tentu tak bisa disogok oleh kekayaan atau iming-iming apapun, dan yang lebih penting lagi pengadilan ini tak bisa ditipu oleh silat lidah para pengacara licik seperti saat manusia berada di Bumi.
Jika tak ada Surga, betapa sia-sianya mereka berbuat baik dan menahan diri untuk tak
berpesta pora merayakan hawa nafsu, sementara jika tak ada Neraka, betapa enaknya jadi penjahat yang bisa sewenang-wenang menindas orang yang lemah tanpa takut ada balasannya.
berpesta pora merayakan hawa nafsu, sementara jika tak ada Neraka, betapa enaknya jadi penjahat yang bisa sewenang-wenang menindas orang yang lemah tanpa takut ada balasannya.
Bicara kenikmatan surga yang sudah barang tentu menjadi cita-cita paling tinggi setiap manusia. Ada sebuah hadist yang menerangkan bahwa seorang wanita bisa sangat mudah mendapatkan syurga asalkan mampu membiasakan 4 hal, maka dia berhak mendapatkan tiket spesial masuk surga melalui pintu manapun.
"Jika seorang wanita menunaikan sholat lima waktu, berpuasa di bulan ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya, niscaya masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kamu mau." (HR. Ahmad dari Abdurrahman bin Auf RA dan dinyatakan hasan oleh Syaikh al- Albani).
Syarat pertama adalah menjaga sholat 5 waktu selama dia tidak ada halangan (haidh/nifas). Menjaga sholat lima waktu memang secara teori gampang. Tapi, ketika berbenturan dengan urusan rumah tangga atau urusan dunia yang lain, rasanya berat untuk menjalankan. Bisakah kita, ketika adzan berkumandang, langsung mempersiapkan diri untuk melaksanakan sholat? Bisakah ketika Allah memanggil sholat, kita langsung meninggalkan semua urusan? Nah, memang untuk menjaga sholat 5 waktu, harus ada pembiasaan, harus ada tekad yang kuat dan evaluasi yang terus menerus. Kalau sudah jadi kebiasaan, insya Allah tidak sulit kok untuk menjaga sholat 5 waktu.
Kemudian syarat kedua adalah puasa dibulan Ramadhan, selanjutnya menjauhi perbuatan zina dan terakhir adalah taat kepada suami yang secara tidak langsung dianjurkan untuk menyegerakan menikah agar bisa masuk daftar antrian menuju syurga.
Untuk apa ijazah tinggi, profesi tinggi, kekuasaan tinggi, padahal menjadi yang sholelah saja sangat cukup menjadi seseorang yang bertakwa ?
Biarlah di mata manusia kita rendah tetapi tinggi di mata Tuhan, Ketakwaanlah yang akan membedakan derajat manusia, bukan harta tahta bahkan derajat apapun di dunia ?
Dengan begitu Apalagi yang wanita harapkan? Pujian orang kah? Tabungan kah? Harta kah?itu semuanya hanya sepanjang lidah saja, tidak ada yang didapat dari semua itu. Jadi sudah siapkah kamu wahai wanita untuk mengambil tiket menuju syurga ? Yuuk..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar