Referensi Target Harian di bulan Romadhon
Ust. DR. Amir Faisol Fath
1. Tahajud dan Witir
2. Akhirkan saur
3. Sholat sunah fajar sblm subuh
4. Subuh jamaah di masjid (lski-lski)
5. Dzikir pagi
6. Tilawah 1juz
7. Sholat Dhuha
8. Nafkah halal
9. Hindari bohong (meski bercanda),ghibah,khurafat(porno)
10. Sedekah/sedekah buka puasa
11. Silaturahim (minimal sms saudara/teman)
12. Mengajak kawan/saudara kebaikan
13. Istigfar 100x
14. Tasbih 100x
15. Dhuhur jamaah di masjid (laki2)
16. Asar jamaah di masjid (laki2)
17. Dzikir sore
18. Doa sblm buka(waktu yg mustajab)
19. Segera berbuka(sunah dg kurma/air putih)
20. Maghrib berjamaah(laki2)
21. Tilawah 1juz
22. Isya jamaah di masjid(laki2)
23. Tarawih
24. Hadiri majlis ilmu
25. Itikaf
26. Baca hadist (minimal 5 hadist)
27. Baca Al Quran terjemahan
Semoga bermanfaat menambah semangat beribadah di bulan Ramadhan.
❗❗Awas Pencuri Bulan Ramadhan❗❗
🐾 TV. Ini merupakan pencuri yang berbahaya, yang bisa merusak puasa orang orang dan mengurangi pahala, seperti film sinetron dan iklan murahan.
🐾 Pasar. Ini juga merupakan pencuri spesial dalam menghabiskan uang dan waktu tanpa batas. Oleh karena itu tentukan belanjaanmu begitu pergi ke pasar.
🐾 Begadang. Pencuri yang mengambil waktu yang palimg berharga. Pencuri yang mengambil sholat tahajud dari seoramg hamba di sepertiga malam terakhir, dan mencuri kesempatan untuk istighfar serta taubat.
🐾 Dapur. Pencuri yang banyak mengambil waktu yang panjang untuk membuat beragam jenis masakan, berupa makanan dan minuman. Hampir-hampir semuanya tidaklah lewat di mulut, kecuali sejenak saja.
🐾 Handphone. Sebagian orang hanya sekedar menjawab panggilan masuk. Bisa diserang dengan dosa berupa ghibah, namimah, dusta, memuji diri atau orang lain, membeberkan rahasai, berdebat tanpa ilmu, ikut campur urusan orang, dan sebagainya dari kesalahan-kesalaham mulut yang banyak yang juga merupakan majlis yang kosong dari dzikir.
🐾 Kikir. Sedekah akan melindungimu dari neraka, dan sebaik-baik sedekah adalah di bulan Ramadhon; maka bersedekahlah secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi.
🐾 Majelis yang kosong dari mengingat Allah. Pencuri ini adalah yang mempersiapkan bagimu penyesalan di hari kiamat. Nabi shallaalhu alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah suatu kaum bermajelis, tidak mengingat Allah dan tidak juga bersholawat kepada Nabi mereka kecuali mereka meninggalkan penyesalan. Bila Allah mau maka Allah akan menyiksa mereka, kalau hendah Allah mengampuninya."
Adapun pencuri besar adalah FACEBOOK atau WHATSAPP apabila tidak digunakan dengan benar dalam kebaikan dalam menyambut tamu yang berharga ini (Ramadhon)
Aku wasiatkan diriku dan kelalaian untuk bersiap siap menyambut bulan mulai ini; kalaulah Anda mendapatinya pada tahun ini, maka belum tentu Anda dapatkan pada tahun yg akan datang.
Ust. Zainal Abidin, L.C.
Selasa, 31 Mei 2016
Inilah Hal-Hal Yang Dapat Merusak Ibadah Dalam Bulan Ramadhan
Beberapa kerusakan yang kami jumpai ketika buka bersama dengan teman lama sambil reunian:
1- Lebih mementingkan mengisi perut dan jalin ukhuwah daripada shalat.
2- Ngobrol, haha hihi sampai Isya, kadang shalat Maghrib ditinggalkan. Padahal meninggalkan satu shalat saja bisa menghapuskan amalan.
مَنْ تَرَكَ صَلاَةَ الْعَصْرِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ
“Barangsiapa meninggalkan shalat Ashar, maka terhapuslah amalannya” (HR. Bukhari no. 594). Kalau disebut menghapus amalan, berarti meninggalkan shalat bisa menghapus amalan puasa. Na’udzu billahi min dzalik!
3- Shalat jama’ah pun ditinggalkan Cuma karena lebih mementingkan kebersamaan di meja makan dengan teman-teman.
Lihat peringatan bagi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi pria yang enggan berjama’ah,
إِنَّ أَثْقَلَ صَلاَةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلاَةُ الْعِشَاءِ وَصَلاَةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا وَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلاَةِ فَتُقَامَ ثُمَّ آمُرَ رَجُلاً فَيُصَلِّىَ بِالنَّاسِ ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِى بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ لاَ يَشْهَدُونَ الصَّلاَةَ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ
“Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya dan shalat Shubuh. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada dalam kedua shalat tersebut tentu mereka akan mendatanginya walau dengan merangkak. Sungguh aku bertekad untuk menyuruh orang melaksanakan shalat. Lalu shalat ditegakkan dan aku suruh ada yang mengimami orang-orang kala itu. Aku sendiri akan pergi bersama beberapa orang untuk membawa seikat kayu untuk membakar rumah orang yang tidak menghadiri shalat Jama’ah.” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651, dari Abu Hurairah).
4- Yang paling sering nih, shalat tarawihnya pun ditinggalkan sehingga tidak mendapat pahala shalat semalam suntuk bersama imam. Dari Abu Dzar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ حُسِبَ لَهُ بَقِيَّةُ لَيْلَتِهِ
“Sesungguhnya jika seseorang shalat bersama imam hingga imam selesai, maka ia dihitung mendapatkan pahala shalat di sisa malamnya.” (HR. Ahmad 5: 163. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim)
5- Kadang campur baur antara laki-laki dan perempuan. Padahal sejak dalam shalat jama’ah saja kita sudah diperintah memisahkan antara laki-laki dan perempuan supaya tidak timbul fitnah.
Kalau mau bukber (buka bersama), saran kami, shalat Maghrib, Isya dan Tarawihnya tidak ditinggalkan dong. Ukhuwah kok lebih dipentingkan daripada hak Allah? Emang Allah yang memberi keselamatan ataukah teman-teman?
Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.
Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal
1- Lebih mementingkan mengisi perut dan jalin ukhuwah daripada shalat.
2- Ngobrol, haha hihi sampai Isya, kadang shalat Maghrib ditinggalkan. Padahal meninggalkan satu shalat saja bisa menghapuskan amalan.
مَنْ تَرَكَ صَلاَةَ الْعَصْرِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ
“Barangsiapa meninggalkan shalat Ashar, maka terhapuslah amalannya” (HR. Bukhari no. 594). Kalau disebut menghapus amalan, berarti meninggalkan shalat bisa menghapus amalan puasa. Na’udzu billahi min dzalik!
3- Shalat jama’ah pun ditinggalkan Cuma karena lebih mementingkan kebersamaan di meja makan dengan teman-teman.
Lihat peringatan bagi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi pria yang enggan berjama’ah,
إِنَّ أَثْقَلَ صَلاَةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلاَةُ الْعِشَاءِ وَصَلاَةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا وَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلاَةِ فَتُقَامَ ثُمَّ آمُرَ رَجُلاً فَيُصَلِّىَ بِالنَّاسِ ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِى بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ لاَ يَشْهَدُونَ الصَّلاَةَ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ
“Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya dan shalat Shubuh. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada dalam kedua shalat tersebut tentu mereka akan mendatanginya walau dengan merangkak. Sungguh aku bertekad untuk menyuruh orang melaksanakan shalat. Lalu shalat ditegakkan dan aku suruh ada yang mengimami orang-orang kala itu. Aku sendiri akan pergi bersama beberapa orang untuk membawa seikat kayu untuk membakar rumah orang yang tidak menghadiri shalat Jama’ah.” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651, dari Abu Hurairah).
4- Yang paling sering nih, shalat tarawihnya pun ditinggalkan sehingga tidak mendapat pahala shalat semalam suntuk bersama imam. Dari Abu Dzar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ حُسِبَ لَهُ بَقِيَّةُ لَيْلَتِهِ
“Sesungguhnya jika seseorang shalat bersama imam hingga imam selesai, maka ia dihitung mendapatkan pahala shalat di sisa malamnya.” (HR. Ahmad 5: 163. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim)
5- Kadang campur baur antara laki-laki dan perempuan. Padahal sejak dalam shalat jama’ah saja kita sudah diperintah memisahkan antara laki-laki dan perempuan supaya tidak timbul fitnah.
Kalau mau bukber (buka bersama), saran kami, shalat Maghrib, Isya dan Tarawihnya tidak ditinggalkan dong. Ukhuwah kok lebih dipentingkan daripada hak Allah? Emang Allah yang memberi keselamatan ataukah teman-teman?
Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.
Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal
Meet And Greet Ramadhan (Bagian Pertama)
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ للَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن سرى على نهده باحسن إلى يوم الدين. وبعد:
Tidak ada kata yang pantas untuk kita ucapkan kecuali kata demi kata yang kita bingkai dalam rangka bersyukur kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla atas segala nikmat dan karunia yang Allāh limpahkan kepada kita.
Berikutnya shalawat dan salam, semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam beserta keluarga beliau, para sahabat beliau dan orang–orang yang istiqamah berjalan di bawah naungan sunnah beliau sampai hari kiamat kelak.
Insya Allah, tamu itu akan datang. Ramadhan sudah bersiap untuk mengetuk pintu kehidupan kita dan menemani derap langkah kita.
Apa yang harus kita persiapkan? Tahukah kita?
Pengalaman kita bertemu Ramadhan bertahun-tahun itu bisa menjadi bumerang.
Ada sebuah kaedah yang dijelaskan oleh para ulama kita:
"Seringnya berinteraksi itu bisa mematikan sensitifitas."
Seringnya berinteraksi itu membuat kita tidak sensitif lagi, biasa-biasa saja.
Misalnya kita pindah rumah ke dekat atau di samping pembuangan sampah. Mungkin begitu keluar pintu mobil, mual mungkin muntah, itu hari pertama. Hari kedua paling pusing-pusing, hari ketiga pusing udah enakan, hari ketujuh udah bisa jogging di keliling tong sampah.
Lalu kita balik lagi ke rumah kita yang lama, begitu buka pintu mobil menghirup hawa rumah kita yang lama, itu mungkin ada yang hilang dalam hidup kita, aroma terapi itu yang tidak kita cium lagi.
Yang menjadi masalah ini jika terjadi dalam hal ibadah.
Saya pengalaman jika mengantar jama’ah umrah, itu khususnya yang baru pertama kali umroh.
Sampai masjidil Haram dan melihat ka’bah pertama kali, nangis, luar biasa. Tapi kita bisa paham, karena untuk pertama kali. Dan kadang-kadang, ada yang hari pertama tidak mau pulang ke hotel, i’tikaf, tidak mau pulang, doa, dzikir, shalat-shalat sunnah.
Hari kedua sudah mau diajak pulang ke hotel, hari ketiga keempat mulai berimbang antara hotel dan masjid, hari ketujuh, tawafnya sudah pindah di Zam-zam Tower.
Kenapa beda antara hari pertama dan hari ketujuh?
Karena sudah merasa biasa. Seringnya berinteraksi bisa membunuh sensitivitas dan bahayanya kalau itu terjadi dengan Ramadhan.
Karena merasa sudah sering ketemu Ramadhan, maka jadi biasa, seperti fenomena tahunan saja.
Inilah yang bahaya.
Dan yang lebih bahaya lagi, banyak diantara umat Islam yang melihat Ramadhan dari satu sisi saja.
Jika kita dengar Ramadhan yang terbersit di benak kita apa sih?
Bulan ampunan, bulan penuh rahmat, bulan penuh berkah.
Tapi tahukah kita, bahwa Ramadhan, jika tidak kita sikapi dengan benar, maka bisa menjadi mimpi buruk bagi kita pada hari kiamat. Ramadhan bisa menjadi kuburan bagi kita pada hari kiamat.
Nabi kita shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda dalam hadits shahih:
رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ
“Celaka seseorang."
Allāhu akbar, manusia sebaik Nabi kita shallallāhu 'alayhi wa sallam, semulia akhlak beliau shallallāhu 'alayhi wa sallam, sampai mengatakan, “Celaka seseorang."
Beliau, ketika dizhalimi beliau mendoakan:
اللٰهُمَّ اغْفْرْ لِقَوْمٍيْ فَإِنَّهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ ((متفق عليه))
“Ya Allah, maafkanlah kesalahan kaumku, bisa jadi mereka tidak tahu.”
Itu ketika terluka.
Coba kita bandingkan dengan hadits ini, “Celaka seseorang.”
Ini menimbulkan tanda tanya besar di benak kita, ini orang salah apasih? Kok bisa Nabi terpaksa memvonis.
Mari kita simak lanjutan hadits tersebut:
دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ
“Yaitu seseorang yang memasuki Ramadhan, lalu dia lalui hari-harinya di bulan Ramadhan, sampai Ramadhan berpisah dengannya dan dosanya belum diampuni oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla."
(HR Tirmidzi nomor 3468, versi Maktabatu al Maarif nomor 3545)
~~> Celaka dia, celaka dia, celaka dia.
Allāhu Akbar.
Ramadhan, bulan dimana kata Nabi kita shallallāhu 'alayhi wa sallam, pintu surga dibuka selebar-lebarnya, sebagai simbol seluruh akses dan sarana beribadah dimudahkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Lalu anda tidak shalat, tidak puasa, tidak terawih, tidak membaca Qurān, tidak tahajud, tidak infak/sedekah? Keterlaluan orang tersebut.
Semua akses dimudahkan, atsmofir, lingkungan, rumah, kantor atmosfirnya ibadah jika Ramadhan. Semua lingkungan mendukung. Jika anda tidak shalat, tidak punya waktu untuk terawih, anda ngobrol-ngobrol sama teman-teman ?
Ramadhan, di mana pintu neraka ditutup rapat-rapat sebagaimana hadits yang shahih, dan gembong-gembong syetan dibelenggu oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Lalu anda bermaksiat? Anda masih clubbing? Anda hang-out pulang jam 2 malam? Keterlaluan.
“Celaka dia, celaka dia, celaka dia,” kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam
Nabi tidak pernah mengatakan, “Barangsiapa yang berpisah dengan Sya’ban dan dosa-dosanya belum diampuni, maka celaka.” Tidak ada.
Hanya Ramadhan, “Barangsiapa, yang masuk Ramadhan, lalu keluar dari Ramadhan dan dosa-dosanya belum diampuni oleh Allah, celaka dia, celaka dia, celaka dia.”
Ini yang kadang-kadang dilupakan oleh banyak umat Islam
Banyak dari kita berfikir bahwa Ramadhan itu nothing to lose, artinya ya sudah dijalani saja, kalaupun tidak ibadah kan kosong-kosong.
Tidak demikian, jika kita tidak memanfaatkan tamu ini, maka habis kita pada hari kiamat, Nabi mengatakan kita celaka.
Tujuh hari lagi tamu itu akan datang dan hadir, tamu itu akan mengetuk setiap pintu kehidupan kita, apa yang kita persiapkan dalam tujuh hari ini, menentukan.
Kita bisa memanfaatkan tujuh hari ini, maka insya Allāh Ramadhan kita akan bermakna.
Tetapi jika kita blunder, maka dikhawatirkan kita termasuk ke dalam sabda Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, "Celaka dia, celaka dia, celaka dia".
الْحَمْدُ للَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن سرى على نهده باحسن إلى يوم الدين. وبعد:
Tidak ada kata yang pantas untuk kita ucapkan kecuali kata demi kata yang kita bingkai dalam rangka bersyukur kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla atas segala nikmat dan karunia yang Allāh limpahkan kepada kita.
Berikutnya shalawat dan salam, semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam beserta keluarga beliau, para sahabat beliau dan orang–orang yang istiqamah berjalan di bawah naungan sunnah beliau sampai hari kiamat kelak.
Insya Allah, tamu itu akan datang. Ramadhan sudah bersiap untuk mengetuk pintu kehidupan kita dan menemani derap langkah kita.
Apa yang harus kita persiapkan? Tahukah kita?
Pengalaman kita bertemu Ramadhan bertahun-tahun itu bisa menjadi bumerang.
Ada sebuah kaedah yang dijelaskan oleh para ulama kita:
"Seringnya berinteraksi itu bisa mematikan sensitifitas."
Seringnya berinteraksi itu membuat kita tidak sensitif lagi, biasa-biasa saja.
Misalnya kita pindah rumah ke dekat atau di samping pembuangan sampah. Mungkin begitu keluar pintu mobil, mual mungkin muntah, itu hari pertama. Hari kedua paling pusing-pusing, hari ketiga pusing udah enakan, hari ketujuh udah bisa jogging di keliling tong sampah.
Lalu kita balik lagi ke rumah kita yang lama, begitu buka pintu mobil menghirup hawa rumah kita yang lama, itu mungkin ada yang hilang dalam hidup kita, aroma terapi itu yang tidak kita cium lagi.
Yang menjadi masalah ini jika terjadi dalam hal ibadah.
Saya pengalaman jika mengantar jama’ah umrah, itu khususnya yang baru pertama kali umroh.
Sampai masjidil Haram dan melihat ka’bah pertama kali, nangis, luar biasa. Tapi kita bisa paham, karena untuk pertama kali. Dan kadang-kadang, ada yang hari pertama tidak mau pulang ke hotel, i’tikaf, tidak mau pulang, doa, dzikir, shalat-shalat sunnah.
Hari kedua sudah mau diajak pulang ke hotel, hari ketiga keempat mulai berimbang antara hotel dan masjid, hari ketujuh, tawafnya sudah pindah di Zam-zam Tower.
Kenapa beda antara hari pertama dan hari ketujuh?
Karena sudah merasa biasa. Seringnya berinteraksi bisa membunuh sensitivitas dan bahayanya kalau itu terjadi dengan Ramadhan.
Karena merasa sudah sering ketemu Ramadhan, maka jadi biasa, seperti fenomena tahunan saja.
Inilah yang bahaya.
Dan yang lebih bahaya lagi, banyak diantara umat Islam yang melihat Ramadhan dari satu sisi saja.
Jika kita dengar Ramadhan yang terbersit di benak kita apa sih?
Bulan ampunan, bulan penuh rahmat, bulan penuh berkah.
Tapi tahukah kita, bahwa Ramadhan, jika tidak kita sikapi dengan benar, maka bisa menjadi mimpi buruk bagi kita pada hari kiamat. Ramadhan bisa menjadi kuburan bagi kita pada hari kiamat.
Nabi kita shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda dalam hadits shahih:
رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ
“Celaka seseorang."
Allāhu akbar, manusia sebaik Nabi kita shallallāhu 'alayhi wa sallam, semulia akhlak beliau shallallāhu 'alayhi wa sallam, sampai mengatakan, “Celaka seseorang."
Beliau, ketika dizhalimi beliau mendoakan:
اللٰهُمَّ اغْفْرْ لِقَوْمٍيْ فَإِنَّهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ ((متفق عليه))
“Ya Allah, maafkanlah kesalahan kaumku, bisa jadi mereka tidak tahu.”
Itu ketika terluka.
Coba kita bandingkan dengan hadits ini, “Celaka seseorang.”
Ini menimbulkan tanda tanya besar di benak kita, ini orang salah apasih? Kok bisa Nabi terpaksa memvonis.
Mari kita simak lanjutan hadits tersebut:
دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ
“Yaitu seseorang yang memasuki Ramadhan, lalu dia lalui hari-harinya di bulan Ramadhan, sampai Ramadhan berpisah dengannya dan dosanya belum diampuni oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla."
(HR Tirmidzi nomor 3468, versi Maktabatu al Maarif nomor 3545)
~~> Celaka dia, celaka dia, celaka dia.
Allāhu Akbar.
Ramadhan, bulan dimana kata Nabi kita shallallāhu 'alayhi wa sallam, pintu surga dibuka selebar-lebarnya, sebagai simbol seluruh akses dan sarana beribadah dimudahkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Lalu anda tidak shalat, tidak puasa, tidak terawih, tidak membaca Qurān, tidak tahajud, tidak infak/sedekah? Keterlaluan orang tersebut.
Semua akses dimudahkan, atsmofir, lingkungan, rumah, kantor atmosfirnya ibadah jika Ramadhan. Semua lingkungan mendukung. Jika anda tidak shalat, tidak punya waktu untuk terawih, anda ngobrol-ngobrol sama teman-teman ?
Ramadhan, di mana pintu neraka ditutup rapat-rapat sebagaimana hadits yang shahih, dan gembong-gembong syetan dibelenggu oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Lalu anda bermaksiat? Anda masih clubbing? Anda hang-out pulang jam 2 malam? Keterlaluan.
“Celaka dia, celaka dia, celaka dia,” kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam
Nabi tidak pernah mengatakan, “Barangsiapa yang berpisah dengan Sya’ban dan dosa-dosanya belum diampuni, maka celaka.” Tidak ada.
Hanya Ramadhan, “Barangsiapa, yang masuk Ramadhan, lalu keluar dari Ramadhan dan dosa-dosanya belum diampuni oleh Allah, celaka dia, celaka dia, celaka dia.”
Ini yang kadang-kadang dilupakan oleh banyak umat Islam
Banyak dari kita berfikir bahwa Ramadhan itu nothing to lose, artinya ya sudah dijalani saja, kalaupun tidak ibadah kan kosong-kosong.
Tidak demikian, jika kita tidak memanfaatkan tamu ini, maka habis kita pada hari kiamat, Nabi mengatakan kita celaka.
Tujuh hari lagi tamu itu akan datang dan hadir, tamu itu akan mengetuk setiap pintu kehidupan kita, apa yang kita persiapkan dalam tujuh hari ini, menentukan.
Kita bisa memanfaatkan tujuh hari ini, maka insya Allāh Ramadhan kita akan bermakna.
Tetapi jika kita blunder, maka dikhawatirkan kita termasuk ke dalam sabda Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, "Celaka dia, celaka dia, celaka dia".
Senin, 30 Mei 2016
Inilah Waktu-Waktu Mustajab Untuk Berdoa Kepada ALLAH SWT
1. Pada
saat hujan
Ini adalah saat dimana semua keberkahan tercurahkan, maka kita harus
bersyukur ketika turun hujan. Dan segeralah langsung berdoa.
2. Pada
saat setelah selesai melaksanakan sholat fardhu.
Banyak orang yang tergesa-gesa
ketika setelah melaksanakan sholat fardhu, mereka adalah orang-orang yang
sombong jika mereka tidak meminta doa kepada Allah. Berarti mereka merasa telah
cukup atas nikmat yang sudah mereka dapat saat ini.
3. Saat
ayam berkokok pada malam hari maupun subuh hari.
Itu tandanya malaikat sedang
berada disana. Maka segeralah berdoa, malaikat akan mengaminkan permintaan
kamu.
4. Waktu
hari jumat antara asar dan maghrib.
Saat ini adalah salah satu waktu yang
sangat mustajab untuk berdoa. Maka janganlah menyia-nyiakan waktu ini. Karena
hanya akan terjadi seminggu sekali dan tidak lebih dari 2 jam saja.
5. Saat
berpuasa dan saat hendak berbuka puasa.
Ini adalah waktu sangat baik untuk kamu
yang memiliki hajat yang sangat besar. Kamu bisa berdoa pada saat kamu
berpuasa, ini adalah jurus ampuh untuk merayu sang Khalik. Apalagi ditambah
kamu berdoa saaat sebelum berbuka. Waktu mustjaba yang doble untuk
dikabulkannya doa. Insya Allah.
6. Ketika
dizholimi.
Ini adalah waktu yang sangat tidak inginkan untuk terjadi. Tetapi
ketika hatimu tersakiti karena telah dizholimi maka sangat baik yang kamu
lakukan adalah berdoa dan meminta perlindungan daripada harus mengeluarkan
kata-kata yang tidak bermanfaat. Allah selalu bersama dengan orang-orang yang
sabar.
7. Antara
azan dan iqamah.
Salah satu waktu yang sangat mustajab dan sangat singkat
adalah ketika adanya azan dan iqomah. Kamu mesti cepat-cepat berdoa karena
waktunya nya yang relative singkat. Tetapi akan terjadi sebanyak 5 x dalam
sehari.
8. Ketika
melakukan sholat malam.
Saat ini adalah saat dimana Allah turun kepada
orang-orang yang melakukan sholat malam dan bermunajat. Ada baiknya diikuti dengan
dzikrullah. Yaitu mengingat Allah, menyebut namanya. Maka bagi mereka yang
berdoa Allah akan kabulkan, bai mereka yang bertobat akan Allah ampunkan.
Silahkan mencoba.
Semoga Allah mengabulkan doa kita semua. Aamiin.
Adab-Adab Berdoa Dari Ustadz Yusuf Mansyur
Setiap melakukan apapun yang baik harus di ikuti
dengan cara yang baik pula. Begitu pula
dengan berdoa memiliki adab-adab ketika melaukannya. Allah menyukai
hal-hal yang baik, apalagi dilakukan
dengan tata tertib yang baik. Melakukan puji-pujian dan dalam keadaan bersih
serta suci menjadi pertimbangan juga.
Beginilah adab-adab sebelum berdoa kepada Allah SWT.
1. Berwudhu
dengan mengucapkan niat wudhu
2. Mengucapkan
bismillahhirrohmanirrohiim. Sesuatu yang baik harus diawali dengan bismillah.
3. Mengucapkan
shollawat kepada nabi. Allahummasholli ‘ala sayyidina Muhammad wa’ala ali
Muhammad. Tidak ada batas maksimal. Dilakukan dengan sungguh-sungguh dan tidak
tergesa-gesa.
4. Mengucapkan
pujian kepada Allah SWT seperti subhanallahi wabihamdihi sebanyak mungkin tidak
ada batas maksimal. Lakukan dengan hati yang khusu’ dan tidak tergesa-gesa.
5. Mengucapkan
istighfar. Memohon ampun kepada Allah atas semua dosa yang telah kita lakukan.
Sebanyak mungkin dan sekhusu’ mungkin. Tidak boleh tergesa-gesa.
6. Membaca
al Qur’an. Beberapa ayat ataupun beberapa surat, tidak memiliki batas maksimal.
7. Meniatkan
untuk bershodaqah. Walaupun shadaqah nya bukan saat itu, yang penting diniatkan
saja bershadaqah, mau besok ataupun lusa. Dengan niat Allah mempermudah hajat
kita.
8. Berdoa
Lah, minta kepada Allah semua yang baik-baik dan yang engkau butuhkan. Insya
Allah semua akan dihijabah Allah SWT.
Selamat mencoba.
Wanita Dapat Memilih Masuk Syurga Dari 8 Pintu Yang Mereka Kehendaki - Inilah 4 Hal Simpel Yang Harus Dilakukannya
Mendengar kata Surga tentu sangat menyenangkan bukan? Tempat ini menjadi yang paling banyak diharapkan dan ditunggu semua orang, kalangan penjahat kelas kakap seperti koruptor sekalipun bahkan juga menginginkan bisa dapat tiket menuju destinasi ini. Jadi, Surga begitu banyak peminatnya bahkan harus antre untuk bisa masuk ke lokasi ini.
Bagi para pemeluk agama samawi, Surga adalah puncak keadilan sejati dan terakhir, Surga adalah tempat abadi terakhir manusia yang ditentukan oleh pengadilan tertinggi dan terakhir. Pengadilan tertinggi yang dipimpin langsung oleh Tuhan yang Maha Adil ini tentu tak bisa disogok oleh kekayaan atau iming-iming apapun, dan yang lebih penting lagi pengadilan ini tak bisa ditipu oleh silat lidah para pengacara licik seperti saat manusia berada di Bumi.
Jika tak ada Surga, betapa sia-sianya mereka berbuat baik dan menahan diri untuk tak
berpesta pora merayakan hawa nafsu, sementara jika tak ada Neraka, betapa enaknya jadi penjahat yang bisa sewenang-wenang menindas orang yang lemah tanpa takut ada balasannya.
berpesta pora merayakan hawa nafsu, sementara jika tak ada Neraka, betapa enaknya jadi penjahat yang bisa sewenang-wenang menindas orang yang lemah tanpa takut ada balasannya.
Bicara kenikmatan surga yang sudah barang tentu menjadi cita-cita paling tinggi setiap manusia. Ada sebuah hadist yang menerangkan bahwa seorang wanita bisa sangat mudah mendapatkan syurga asalkan mampu membiasakan 4 hal, maka dia berhak mendapatkan tiket spesial masuk surga melalui pintu manapun.
"Jika seorang wanita menunaikan sholat lima waktu, berpuasa di bulan ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya, niscaya masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kamu mau." (HR. Ahmad dari Abdurrahman bin Auf RA dan dinyatakan hasan oleh Syaikh al- Albani).
Syarat pertama adalah menjaga sholat 5 waktu selama dia tidak ada halangan (haidh/nifas). Menjaga sholat lima waktu memang secara teori gampang. Tapi, ketika berbenturan dengan urusan rumah tangga atau urusan dunia yang lain, rasanya berat untuk menjalankan. Bisakah kita, ketika adzan berkumandang, langsung mempersiapkan diri untuk melaksanakan sholat? Bisakah ketika Allah memanggil sholat, kita langsung meninggalkan semua urusan? Nah, memang untuk menjaga sholat 5 waktu, harus ada pembiasaan, harus ada tekad yang kuat dan evaluasi yang terus menerus. Kalau sudah jadi kebiasaan, insya Allah tidak sulit kok untuk menjaga sholat 5 waktu.
Kemudian syarat kedua adalah puasa dibulan Ramadhan, selanjutnya menjauhi perbuatan zina dan terakhir adalah taat kepada suami yang secara tidak langsung dianjurkan untuk menyegerakan menikah agar bisa masuk daftar antrian menuju syurga.
Untuk apa ijazah tinggi, profesi tinggi, kekuasaan tinggi, padahal menjadi yang sholelah saja sangat cukup menjadi seseorang yang bertakwa ?
Biarlah di mata manusia kita rendah tetapi tinggi di mata Tuhan, Ketakwaanlah yang akan membedakan derajat manusia, bukan harta tahta bahkan derajat apapun di dunia ?
Dengan begitu Apalagi yang wanita harapkan? Pujian orang kah? Tabungan kah? Harta kah?itu semuanya hanya sepanjang lidah saja, tidak ada yang didapat dari semua itu. Jadi sudah siapkah kamu wahai wanita untuk mengambil tiket menuju syurga ? Yuuk..
Langganan:
Komentar (Atom)